The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana?


The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana? – Berseliweran ditimeline pada sosmed mengenai tidak bisa move on dari Vincenzo. Para penonton pun berkata demikian? Bagaimana dengan mimin?









Saya yaaa biasa aja. Tetap nulis, tetap belajar, tetap ngasih makan kucing dll. Tidak ada kalimat tidak bisa move on dari Vincenzo.





Isi Tulisan

  • 1 Lho Kenapa Dibanding-bandingkan Min?
  • 2 Terus Mimin Pilih Mana?
  • 3 Soal Pasangan Juga Saya Perhatikan
  • 4 Dear Penulisku Tercinta Park Jae Bum

Lho Kenapa Dibanding-bandingkan Min?





Saya pikir cukup adil membandingkan dua drama ini. Apabila kamu sudah menonton keduanya, kamu akan menemukan hal-hal yang “setipe”. Maklum, “orangtua” atau penulisnya adalah orang yang sama.





Saya pikir cukup adil-adil saja mensejajarkan dua drama ini.





Terus Mimin Pilih Mana?





Jangan baper yaaa buat teman-teman sekalian. Saya di sini cuma penonton biasa sama seperti kalian, pendapat saya tidak akan merubah apapun di dunia luar.





Tidak akan membuat Vincenzo menjadi jelek juga, karena dia tetaplah tampan. Bagaimana pun, tampan.





Lahhh bingung kan?





Inilah hikmah dari nama seseorang yang kemudian dibuat judul. Saya bisa “berlindung” di situ.





Jujur yaa.





Saya lebih suka The Fiery Priest.





Ngomong-ngomong dengan kalimat nggak move on.





Tuduhan besar saya kepada penulisnya adalah bahwa beliaulah yang tidak bisa move on dari The Fiery Priest. Terbukti, ia membuat drama yang sebenarnya senada. Bahkan malah cenderung membuat penonton seperti saya merasa kosong.





Atmosfernya seperti, “Oh begini yaa. Oh ya udah. Oh begitu. Dahla.”





Yang lucu-lucunya aja masih nggak selucu di The Fiery Priest.





Nonton The Fiery Priest itu, dua peran utamanya itu “bisa jelek”, perubahan mimiknya ada banget, sedihnya ada, marahnya ada, sampai lucunya jelas banyak. Jadi kalau mereka ngelawak dengan tingkah mereka. Semuanya dapet.





Mas Song wajahnya jauh dari sosok “lawak”.





Coba bayangkan sosok Kim Nam Gil. Doi jadi bad boy wajah dingin bisa, pria polos bisa, sampai pria dengan makeup cantik pun bisa.





Kalau digambar warna, Kim Nam Gil itu warnanya banyak. Sedangkan Mas Song itu warnanya cekep.





Bisa ditangkap ya sampai sini? Kedua-duanya punya keunggulan. Dan keungulan pastur kim dalam The Fiery Priest jelas lebih menarik perhatian saya. Karena ada keberagaman di sana.





Warna beragam itu bisa ada unsur cakep di dalamnya. Sedangkan unsur cakep, belum tentu ada keberagaman warna di dalamnya. Bisa jadi unsur yang keluar malah “unsur dingin alias solid” kurang cair gitulah sob.





Soal Pasangan Juga Saya Perhatikan





Kim Nam Gil lebih banyak bareng sama Detektif. Sedangkan Mbak Madu (Lee Hanee)  yang jadi pengacara (yang sama suka nyentriknya kayak pengacara di Vincenzo) adalah peran utama ketiga.





Unsur fokus ceritanya lebih kental di The Fiery Priest. Solid banget tujuannya kemana.





Sedangkan kalau di Vincenzo, yang awalnya adalah mendulang emas di bawah plaza malah jadi melebar kemana-mana sampai ke masalah cinta.





Unsur romance dalam Vincenzo lebih terasa sebagai gimik pasar saja (maaf guys, maaf saya bilang gini). Seperti unsur yang sangat bisa menyedot perhatian para netizen heboh, dengan ada dengan sedot-sedotan juga.





The Fiery Priest atau Vincenzo, Kamu Pilih Mana?
sumber: dok tvn. puasa ngapa sob… bukan internetmu yang loadnya lama, nggak usah ditungguin gambarnya penuh.




Sob.





Masalah romansa itu bukan cuma bilang “rindu kamu” sama hadirnya momen sedotan aja.





Di dalamnya seharusnya ada momen tersendiri yang menggugah. Tapi yaaa sudahlah. Keburu nanti disikat sama Babel.





Kalau ada yang nanya Vincenzo genrenya apa? yaaa macam-macam jadinya.





Kisah cintanya lebih terasa sebagai “gimik” doang.





Dear Penulisku Tercinta Park Jae Bum





Kalau masih senada.





Kenapa nggak buat The Fiery Priest musim kedua aja?





Eeh tapi itu ‘kan terserah penulisnya aja. Saya cuma nanya yang pastilah nggak akan dijawab.





Btw.





Saya ‘kan kangen sama Mas Dora yang rambutnya nggak mau jadi duta sampo lain itu. Kibas sana dan sini dengan penuh percaya diri.





Saya juga kangen sama pengacara Mbak Madu yang kayak batre baru diganti.





Saya juga kangen sama Kim Nam Gil. Sosok aktor yang membuat saya terpana akan kemampuannya jadi macam-macam.





Yang belum pernah itu jadi kekasih mimin besoksore.com aja. *sudah mulai halu.





Banyak momen lucu hadir dikepala saya karena The Fiery Priest. Bahkan momen harunya pun ada. Lahh itu Ahjumma Suster yang terus menerus berdoa dimaafkan sama Tuhan tapi rela mencelupkan diri di dunia yang lama ia tinggalkan demi memuluskan rencana penyelesaian kasus.





Mereka yang ada di gereja berangkat dengan motif yang sama. Keadilan yang ditegakkan.





Lah kalau mafia.





Yang tegak apanya?





Hayooo hayoooooo kalian udah mikir aneh kan para pembaca sekalian?





Segitu saja tulisan ringan dari saya. Sekali lagi tidak ada unsur kebencian di sini.





Cuma yaa kan sok-sokan milih aja.





Buat kalian yang suka sama tulisannya mimin besoksore.com bisa trakteer mimin di sini, yang belum tahu trakteer apaan bisa di sini.





di trakteer akan ada tulisan lain juga. bisa dinikmati selama 30 hari. Nanti saya update berkala…





Buat yang suka sama miminnya juga boleh. Boleh pokoknya.



Review Drama Korea My Mister (2018)

Review Drama Korea My Mister (2018) – Pagi yang demam, saya kembali menonton drama My Mister yang sudah entah beberapa hari saya lewatkan ka...