Rekomendasi Satu Drama Terbaik yang Pernah Ada Versi Besok Sore

Rekomendasi Satu Drama Terbaik yang Pernah Ada Versi Besok Sore – Pernah baca kumpulan drama korea terbaik sepanjang mimin besoksore hidup? Coba cari daftarnya di sini. Dalam daftar itu saya tidak merujuk pada tema drama tertentu. Udah deh, pokoknya yang paling direkomendasikan.


Tapi setelah daftar itu dibuat. Kemudian dilakukan penyaringan, dan tentu saja bertanya dalam hati. Saya menemukan satu drama terbaik. Intinya drama ini masuk Top Pertama dalam daftar itu.


Drama apa?


Jeng……… jeng…….


My Mister (2018)


Saya tahu tiap orang punya pandangan tersendiri tentang tontonan yang pernah mereka tonton. Mungkin ada yang suka It’s Okay to Not Be Okay (2020) sampai tiga kali nonton, mungkin ada yang suka Goblin sampai bolak-balik nonton juga, mungkin suka drama apapun yang ada Lee Min Ho di dalamnya. Jelas semuanya bertumpu pada pendapat masing-masing.


My Mister saya katakan menjadi daftar pertama pun karena banyak alasan. Di bawah ini adalah alasannya.



  1. Saya Tidak Menemukan Celah


Saya bukan makhluk sempurna. Sama seperti manusia biasa. Tapi saya merasa drama ini tidak ada celahnya. Ketika saya mencoba mencari celah dalam kisahnya, saya malah menemukan kebuntuan. Akhirnya, saya merasa bahwa drama ini sempurna dengan ketidaksempurnaannya.



  1. Ostnya gila ampun saya suka banget.


Silakan cari deh di youtube.


Saya mendengarkannya berkali-kali. Bahkan kayak mau hafal kayak lagunya Dear Moon. Walaupun saya hanya hafal nada tanpa lirik.


Ost dalam drama ini bukan hanya pemanis. Tapi sekaligus pelengkap drama. Liriknya bahkan cocok banget ketika masuk dalam adegannya.




  1. Soal Cinta Juga


Lee Ji An menaruh sadapan di ponsel Park Dong Hoon. Saya ingat betul bagaimana Ji An yang khawatir atas apa yang terjadi pada Dong Hoon. Saat itU Dong Hoon hanya kepleset di jalanan.


Ji An ingin sekali lari ke arah Dong Hoon.


Saya jadi ingat perkataan, kalau sudah cinta. Maka yang kau cintai sama pentingnya dengan dirimu. Jika dia terluka. Maka dirimu juga terluka. Saya merasakan ketulusan di dalamnya.


Tapi kisahnya Lee Ji An yang suka sama Park Dong Hoon adalah kisah orang yang mengagumi bulan saja.


Makanya suka banget sama lagu Dear Moon itu.



  1. Tentang Pekerjaan


Kalian tahu nggak sulit banget ada di dunia kerja itu. My Mister bisa jadi genre itu, di mana orang-orang ingin menjatuhkan orang lain, mencari cela untuk menjatuhkan.


Saya ingat kalimat dalam drama ini, “kamu tidak pernah keluar dari pekerjaan karena ingin keluar, biasanya lebih karena tidak disukai.”


Jleb. Itu mantep dan ngena banget.


Bahkan episode pembuka pun tentang pekerjaan. Tentang uang suap yang salah sasaran harusnya dikirim pada Park Dong Un. Bukan Park Dong Hoon. Tapi meski salah, karena Dong Hoon tidak disukai, tetap saja aksi itu dilancarkan.


Sampai-sampai ketika mau naik jabatan. Celahnya ada aja dicari dari sisi Park Dong Hoon, hingga sampailah pada celah karena mempekerjaan Lee Ji An lebih lama.



  1. Tentang Perselingkuhan dengan Ketabahan


Saya nggak ngerti hatinya Park Dong Hoon terbuat dari apa. Ketika tahu istrinya selingkuh dengan bosnnya. Tahu perlakuan istrinya pada dirinya yang cenderung dingin. Malah berpikir jangan sampai istrinya tahu bahwa dirinya tahu.


Ini parah separah-parahnya. Emosi yang tertahan di dalam diri Park Dong Hoon terpendam paling jauh di hatinya.


Tapi masih saja menawarkan sang istri saat dalam perjalanan pulang. “Mau aku bawakaan sesuatu?”


Kenapa?


Kenapa?


Kenapa?


Kenapa orang sebaik itu malah dikatain membuat istrinya kesepian hingga berselingkuh dengan teman sekolah dulu yang juga bosnya Park Dong Hoon.



  1. Tentang Pandangan Hidup Mengenai Pecundang


Jadi sutradara yang gagal.


Gagal menafkahi dengan baik keluarga sampai diminta cerai.


Gagal menjadi aktris.


Gagal mendapatkan hati sang pujaan karena orang dikasihi lebih memilih Tuhan.


Gagal-gagal yang lain.


Tapi mereka nggak nyerah sama kehidupan. Tetap saja mencoba hal lain, tetap menyalakan hati mereka meski di luaran gelap. Kemudian mereka berkumpul satu sama lain. Bisa tertawa bersama.



  1. Tentang Bertahan Hidup


Bagaimana hati seseorang yang hidup dalam hukuman orang lain? Lee Ji An mengalaminya, ia ingin bernapas lega, sedikit bahagia. Tapi karena kesalahannya di masa lalu karena pembelaan, ia menusuk seseorang sampai mati.


Sang anak dari pria yang menusuknya tidak terima. Sampai-sampai membuat Ji An terus menerus dalam kesempitan.


Gadis itu, sepanjang drama hidup dalam wajah murung. Ia punya gaji yang hanya bisa membayar utang. Jadi tukang cuci piring sana dan sini. Dipecat gara-gara membawa makanan yang harusnya dibuang.


Ji An juga punya nenek sebagai tanggungan. Gadis yang hidup dengan lara. Tidakkah itu mengharukan?




  1. Gerak-Gerak yang Berharga


Sebuah visual yang bicara.


Bukan soal ketampanan atau kecantikan yang bikin ternga-nga.


Tapi soal bagaimana ketika Ji An yang berjalan pulang dengan baju yang itu-itu aja, dengan dirinya yang menguping pembicaraan Dong Hoon dan berpikir macam-macam, bahkan tentang kaki Ji An yang nggak pakai kaos kaki panjang saat musim dingin pun nampak berharga.


Ji An yang jatuh dari kursi sebab sakit dan tidak ada yang membantu, orang-orang hanya melihat.


Tentang Ji An dan Dong Hoon yang sama-sama melamun saat di kereta.


Menitnya seperti tetasan yang berharga. Bahkan hanya berisi tatapan tanpa dialog.



  1. Hati Saya Seperti di gerogoti saat nonton


Tiap merasakan kesulitan dalam hidup. Saya nonton drama ini balik. Saya mengingat barangkali mungkin ada saatnya akan ada cahaya sedikit saja menyinari kehidupan saya yang gelap.


Tiap melihay Ji An menangis saat menangisi Ahjussi yang berantem di episode 9. Saya menangis sejadi-jadinya.


Ji An dalam hidupnya selalu dikucilkan sebab ia membunuh.


Tapi ahjussi bilang, “Aku juga akan membunuh jika seseorang menyentuh keluargaku.”


Ji An selalu dihindari orang-orang, kini Dong Hoon dan teman-temannya malah datang ketika dia susah.


Sebuah drama korea yang mengingatkan kembali bahwa ada orang-orang baik di luaran sana.



  1. Diselingi dialog yang berbobot


Tentang Do Hoon yang cerita pekerjaannya di sipil. Bahwa bangunan internal harus lebih kuat dari hantaman eksternal agar tetap berdiri. Menghitung semua kemungkinan kerusakan dll. Begitulah manusia yang seharusnya juga lebih kuat di dalam dirinya.


Tentang bagaimana Ji An yang sama-sama menyedihkannya dengan Dong Hoon. Percakapan mereka itu seringkali ngena banget guys. Bagimana diri mereka saling memahami satu sama lain, menjadi penawar getirnya hidup satu sama lain pula.


Kesimpulan….


Kalau masih mau tambahannya tinggal lihat di bagian review. Itu saya kasih poin-poin juga.


Udah nggak paham lagi sama bagusnya drama ini. Sebuah drama tentang hidup, keluarga, cinta, pekerjaan, para pecundang yang masih ingin bahagia.


Dan yhaa.. kadang melihat perkumpulan ahjussi sepak bola pagi begitu menyenangkan.


Sudah nonton?



Akhirnya, drama terbaik bagi saya adalah drama yang begitu dekat dengan kehidupan nyata sampai-sampai banyak perasaan terwakili di dalamnya. Drama terbaik adalah yang berhasil menampilkan wajah apapun menjadi keindahan dikemudian hari, meski dibuka dengan kisah kesedihan. Drama terbaik versi saya adalah tentang perjuangan yang mungkin hasilnya bukan tentang keberhasilan dunia dan mengalahkan orang-orang besar.


Drama terbaik versi saya adalah menemukan senyum kecil dalam hidup usai perjuangan panjang para pemainnya.


Saya sadar hidup itu berat. Menjalaninya apalagi. Semoga ada sedikit senyum di masa depan ya…


Punya versi drama terbaik dalam hidup kalian? Satu saja. Apa itu? bisa kasih bisiki mimin di bawah.


Terima kasih sudah membaca.


Ahjussi, sarange.


 



Review Drama Korea My Mister (2018)

Review Drama Korea My Mister (2018) – Pagi yang demam, saya kembali menonton drama My Mister yang sudah entah beberapa hari saya lewatkan ka...