Sebuah Lagu Say Hello to Me Ost Dari Drama Korea Hush

Sebuah Lagu Say Hello Ost Dari Drama Korea Hush – Waktu nonton Hush di awal-awal. Saya sudah menyadari bahwa ada satu buah lagu yang menyita perhatian saya, ternyata, setelah dicari tahu, didengarkan, lagu itu berjudulkan Say Hello to Me.


Kenapa harus mengatakan hello pada diri sendiri?


Karena begitulah orang-orang yang acap kali tidak memedulikan sekeliling.


Saya pernah ketemu sama tayangan youtube yang mengatakan bahwa di korea sangat berbeda dengan drama. Banyak unsur pahitnya dibandingkan dengan manisnya. Konon, di korea sana, orang-orang cenderung tidak peduli dengan orang lain. Kalau kamu jatuh, kamu tidak akan ditolong dan orang-orang hanya melihat.


Hal ini pernah saya lihat di drama. Alasan untuk tidak menolong saat itu adalah karena tidak mau direpotkan dengan urusan orang lain. Akhirnya menutup diri dengan memilih tidak membantu atau memedulikan.


Isi Tulisan

  • 1 Mari Kita Ke Drama Hush
  • 2 Dan Saya Menangis Mendengarkan Lagu Say Hello to Me
  • 3 Sering Saya Membayangkan
  • 4 Mungkin Kita Harus Menyapa Diri Kita Sendiri

Mari Kita Ke Drama Hush


Ketika menuliskan ulasan di besoksore.com. Makin ke sini saya juga paham bahwa pembaca juga memilih-milih tulisan mana yang mereka baca. Biasanya populeritas sebuah drama berjalan lurus dengan pembaca ulasan juga.


Beda sama drama yang gaungnya nggak terlalu terdengar. Hush adalah salah satunya.


Padahal, kalau mau ditonton, drama ini sedikit menggambarkan kepahitan hidup khususnya di dunia jurnalisme pekerjaan. Saya masih ingat saat salah satu peran memilih untuk meninggalkan dunia karena beratnya dunia.


Pernah nggak sih? kalian berandai-andai bahwa hidup sedikit melunak kepada kalian? Sedikit saja.


Dan Saya Menangis Mendengarkan Lagu Say Hello to Me


Coba kalian dengarkan di sini. Kalian juga bisa main ke telegramnya mimin supaya bisa dengar.


Sekali saja, tanyakan kepadaku. Tentang hariku hari ini.


Di bagian reff saya benar-benar menangis. Seperti ada pesan yang terwakilkan. Sekali saja ditanyakan bagaimana hariku hari ini?


Apakah baik-baik saja? atau bagaimana?


Sering Saya Membayangkan


Saya berpulang ke dekapan Tuhan. Akankah ada yang merindukan saya.


Saya juga sering membayangkan, bahwa nanti ada di suatu masa dimana saya tidak diingat oleh siapapun. Sudah tidak ada yang mengenali saya kembali. Masa itu…. apakah yang akan terjadi.


Kadang, di situlah saya punya sedikit alasan untuk menulis. Setidaknya, saya benar-benar merasakan bahwa saya hanyalah manusia, yang pernah bahagia, sedih, iri, sebal, kesal, marah, dendam, bersemangat, jatuh cinta, patah hati.


Di usia saya yang sudah kepala 3. Orang-orang biasanya mengkontak ketika ada perlu saja. Hanya sedikit yang benar-benar bertanya kabar saya secara tulus. Hanya cuma ingin tahu soal kabar.


Teman-teman saya sekarang sudah tidak menjadi teman lagi. Bukan karena musuhan, tapi karena waktu yang berubah. Mereka dengan keluarga atau kesibukan mereka. Hingga ada satu nama lama yang mungkin dengan mudah mereka lupakan begitu saja.



Kadang, saya merasa hidup menyedihkan. Tapi hidup apapun kondisinya masih selalu layak untuk dijalani.


Mungkin Kita Harus Menyapa Diri Kita Sendiri


Dalam keyakinan yang saya anut. Ada istilahnya mendoakan diri sendiri. Sebuah hadiah doa untuk diri sendiri.


Dan entah kenapa ketika saya lakukan itu dengan meletakkan tangan saya ke dada kiri. Ada getaran yang membuat saya ingin menangis.



Kadang saya juga membisikkan kata-kata dalam hati. “bagus, kamu sudah bekerja dengan bagus. Kamu sudah bertahan sejauh ini. meski orang-orang hanya peduli dengan hasilnya. Kamu masih begitu mencintai proses ketika belajar di dalamnya.”


Dan.


Ketika semua orang pergi.


Yang ada hanyalah diri kita sendiri.


Jadi. katakan hallo pada diri sendiri.


*Elap air mata.



Review Drama Korea My Mister (2018)

Review Drama Korea My Mister (2018) – Pagi yang demam, saya kembali menonton drama My Mister yang sudah entah beberapa hari saya lewatkan ka...