Isi Tulisan
- 1 Menanyakan Pembaca, Silakan Kasih Kritik dan Saran
- 2 Apa Sih Tujuan Bikin besoksore.com?
- 3 Meski Tumbuh Banyak Sosmed dan Cara Orang Mengulas Saya Masih Menulis
- 4 Satu Hal yang Saya Pegang Teguh
- 5 Ada Pembaca Bilang Mending Saya Jangan Bikin Review
- 6 Melihat Pola Pembaca
- 7 Untuk Ukuran Kebijakan Akan Saya Perjuangkan
- 8 Tulisan Saya Memang tidak Baik/Bagus
- 9 Pada Akhirnya…
Menanyakan Pembaca, Silakan Kasih Kritik dan Saran
Selamat pagi. Karena tulisan ini saya buat pagi-pagi sekali, izinkan saya pada tulisan ini mengajak pembaca sekalian untuk ngasih tahu saya tentang kritik dan saran yang bisa diberikan untuk besoksore.com dalam perjalanan berikutnya membuat ulasan.
Saya bersyukur setidaknya ketemu sama pembaca yang baik-baik. Misalnya kalau saya salah ketik, apalagi soal nama. Langsung dikasih tahu. Pernah salah ketik juga harusnya JTBC tapi TVN, terus dikasih tahu, eehh ini bukan salah ketik yaa. Tapi salah paham. Pernah dikritik juga harusnya Mas yang main dikatakan langganan JTBC, bukan langganan OCN, katanya saya harus riset dulu dalam menulis.
Dan masih banyak lagi. Saya senang kalau pembaca memberikan pemikiran mereka lewat pandangannya, bisa jadi berbeda dengan saya tidak masalah. Pokoknya original menurut pandangan mereka.
Apa Sih Tujuan Bikin besoksore.com?
Pada dasarnya adalah berbagi.
Berbagi pikiran saja. Kalau teman-teman sering baca tulisan saya. Pasti sudah tahu kalau usia saya sudah kepala 3. Pada usia ini, lingkaran pertemanan sangatlah mengerucut. Kebebasan untuk berdiskusi dengan teman satu frekuensi berkurang.
Alasannya wajar. Semua orang sibuk dengan nasib yang membawa mereka masing-masing.
Dulu, setelah nonton drama. Saya selalu menuliskan kalimat “komentar…. *diisi judul drama di mesin pencarian google. Tapi saya jarang nemu apa yang saya inginkan. Biasanya yang keluar malah web besar yang mana mereka tidak mewakili pribadi. Mereka adalah wajah perusahaan yang mana bisa ditumpangi banyak hal ketika menulis.
Akhirnya daripada mengharapkan dari orang lain. Saya membuatnya sendiri.
Urusan ngomongin drama di blog. Saya sudah memulainya dari tahun 2001. Dari domain gratisan. Kemudian mulai fokus di besoksore.com di tahun 2017. Kalau dihitung, sudah satu dekade.
Saya melihat diri saya yang dulu berbeda dari saya sekarang. Tentunya karena pengalaman dan tempaan hidup. Beberapa selera saya berubah sekali. Dulu, yang bisa kesemsem baper karena drama romance. Sekarang nggak terlalu demikian.
Jadi bukan berarti saya nggak baper nonton drama lho.
Akan sangat tidak wajar ketika nonton drama bagus tapi nggak baper.
Meski Tumbuh Banyak Sosmed dan Cara Orang Mengulas Saya Masih Menulis
Coba lihat di sekelilingmu.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan makin banyaknya orang yang suka sama drakor. Semua orang bisa bicara. Ada yang tenar di instagram dengan akunnya, ada yang di youtube, ada juga yang di tiktok.
Karena kecintaan saya pada menulis. Sebisa mungkin saya masih setia menulis. Bukan di sini saja. tapi di beberapa tempat. Kalian juga bisa membaca tulisan saya soal kehidupan, tidak melulu soal drama. Menonton drama hanyalah satu aspek dalam hidup saya yang berlapis-lapis.
Satu Hal yang Saya Pegang Teguh
Kejujuran.
Saya tidak menambah-nambahi agar dramanya menjadi buruk.
Saya tidak menambah-nambahi agar dramanya menjadi bagus.
Semuanya adalah pandangan saya pribadi. Kalau saya berkomentar tidak bagus, saya punya pegangan akan hal itu. Biasanya saya jelaskan pada tulisan. Pastilah ada perbedaan pendapat. Laah namanya saja komentar bukan?
Kalau saya sering salah dalam menulis. Saya tidak malu akan hal itu. Nanti bisa diperbaiki. Tapi yang saya malu adalah kalau saya jahat.

Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri, apa saya sudah mulai jahat? Apa saya sedang jahat atau bagaimana?
Ada Pembaca Bilang Mending Saya Jangan Bikin Review
Katanya saya bisa membuat pembaca salah kaprah.
Juga katanya saya saya terlalu banyak berkeluh kesah ketimbang menilai secara bijak.
Begini.
Menghilangkan kebiasaan yang sudah terbangun lama itu susah. Nggak nulis itu susah. Kalau saya nggak nulis, saya akan merasa ada yang kurang dalam hidup saya.
Kemudian dari kegiatan saya menulis sebagai hobi, di dalamnya ada pendapatan yang saya dapatkan untuk menghidupi saya, keluarga saya, dan hewan peliharaan saya. Maka menulis di beberapa titik sudah sama seperti bekerja, meski saya anggap pendapatan saya di situ sebagai konsekuensi logis saja.
Punya blog bagi saya adalah rezeki.

Jangan sempitkan rezeki dengan uang saja. Saya menjadi orang yang ikut bahagia ketika penonton drama menemukan hal-hal yang lebih dari hiburan. Sangat indah kalau ada hal-hal indah sampai banget ke hati.
Melihat Pola Pembaca
Pembaca saya kadang pengetahuannya lebih banyak dan baik. Seringkali saya dapat masukan dari pembaca, bahkan drama Kairos kemarin saja. Saya lanjut nonton grgr komentar pembaca yang menjanjikan. Kemudian bagus dramanya.
Terima kasih pembaca sekalian.
Untuk urusan drama yang sudah berlalu. Saya juga dapat beberapa rekomendasinya dari pembaca.
Saya juga melihat pembaca tetap tegak dengan pandangannya bagaimanapun saya nulis. Mereka adalah pribadi yang amat sangat merdeka dengan kehendak dan selera mereka. Saya yakin sekali, kadang pembaca hadir ke blog saya bukan sekadar acuan, hanya melihat bagaimana komentar saya.
Untuk Ukuran Kebijakan Akan Saya Perjuangkan
Terima kasih lho sudah diingatkan.
Saya amat mencintai kebijakan. Tapi dalam perjalananannya saya nggak langsung jadi bijak. Bijak menjadi yang saya upayakan. Karena output dari kebijakan adalah keindahan. Siapa yang nggak cinta sama kebijakan bukan?
Tidak semua yang saya ungkapkan adalah kritik. Di beberapa drama saya merasa nggak nemu kekurangannya, drama itu bulat. Saya juga mencoba berimbang sesuai temuan saya.
Hal itu dinamis, terus diupayakan.
Tulisan Saya Memang tidak Baik/Bagus
“saya tidak melihat tulisan anda baik secara umum.”
Betul.
Saya tidak pernah merasa tulisan saya bagus atau baik. Saya tidak tahu betul bagaimana kaidah review yang benar sampai saat ini. Tulisan saya kadang tidak lebih dari tulisan biasa saja antara teman. Tidak ada bahasa meliuk indah. Kadang cuma hahahihi yang biasanya kalian temukan dalam obrolan biasa saja.
“Tulisan anda cocoknya buat status facebook atau lainnya.”
Saya nggak punya facebook pribadi. Hehe. Sejak tahun 2016.
Saya sudah mencoba beberapa sosmed dan tidak punya kenyamanan karena kegaduhannya. Saya butuh tempat yang lebih privat. Dipilihlah blog.
Saya membayar sejumlah uang untuk membangun besoksore.com tiap tahunnya dari 2017. Tidak murah. Hal itu didasari dari pendangan ingin mengekspresikan diri lebih bebas. Saya pilih blog karena di dalamnya saya berangkat dari kecintaan saya pada menulis.
Pada Akhirnya…
Terima kasih untuk pembaca sekalian siapapun itu. Terima kasih atas kepedulian kalian dengan bentuk kritik dan sarannya.
Saya masih terbuka untuk kritik dan saran lainnya.
Monggo jika berkenan. Bisa ditulis di komentar. Jangan minta maaf, tidak ada yang salah dari komentar kalian. Kalian adalah manusia yang autentik sesuai dengan pemikiran kalian.
Saya buat tulisan ini supaya komentarnya lebih terkumpul dengan baik sesuai dengan topik.
Salam hangat.
Mimin besoksore.com
Buat kalian yang ingin membantu mimin dengan memberi tip. bisa klik link yang ini. terima kasih.